Skip to main content

Agriculture Business

Agriculture dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pertanian, peternakan dan perikanan.
Agriculture dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu.
a. Onsite
Berisi sumber daya alam yang pembudidayaan di tempat yang dekat dengan perusahaan yang mengelola sumber daya tersebut.
b. Offsite
Berisi sumber daya alam yang tumbuh secara liar dan budidaya dilakukan di luar atau jauh dari perusahaan yang mengelolanya. Contoh pembudidayaan tanaman secara offsite adalah gambir, kolang-kaling, gapung, kecombrang, dan lain-lain.
Gambir
Sumber : http://www.rmolsumsel.com/read/2014/03/17/3461/Muba-Jadikan-Gambir-Pengawet-Makanan-
Kolang Kaling
Sumber : http://www.kompasiana.com/roselinatjiptadinata/mau-tahu-manfaat-buah-kolang-kaling-silakan-baca-di-sini_55952632ce927361048b4567
Perikanan
Sumber : http://infomoneter.com/ekonomi-kelautan-dan-perikanan-tumbuh-7/
Agriculture terbagi menjadi 3 tahapan.
1. G1
G1 merupakan bisnis agriculture pada tahap pembibitan. Pembibitan ini bukanlah merupakan sesuatu yang sederhana. Seiring dengan berkembangnya teknologi, pembibitan melibatkan genetika didalamnya. Oleh karena itu, pembibitan merupakan sesuatu yang cukup rumit dan tidak bisa dianggap remeh.
2. G2 
G2 merupakan bisnis agriculture tahap budidaya. Pembudidayaan ini merupakan tahapan lanjut dari tahap pembibitan.
3. G3 
G3 merupakan bisnis agriculture tahap pemanfaatan. Pemanfaatan hasil pertanian harus disesuaikan dengan kualitas unggul yang ada pada hasil pertanian tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Soto Betawi dari Segi Budaya - Pengaruh Berbagai Bangsa

Sumber: https://id.tastemade.com Makanan Indonesia, Soto Betawi ternyata mendapatkan pengaruh dari berbagai budaya luar Indonesia. Denys Lombard dalam bukunya yang berjudul Nusa Jawa: Silang Budaya bagian kedua berpendapat bahwa makanan soto merupakan salah satu makanan Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari bangsa Tiongkok . Beliau pun berpendapat bahwa wajar pengaruh bangsa Tiongkok itu banyak ditemukan di banyak makanan Indonesia, sebut saja siomay (adaptasi dari makanan Tiongkok Shumai), lumpia, dan sebagainya. Salah satu faktor pendukung hal tersebut adalah dikatakan pada zaman dulu mayoritas restoran di nusantara dikelola oleh orang Tiongkok, dan hanya sebagian kecil diisi oleh restoran Padang maupun warung sederhana terbuka di Jawa. Soto sendiri dipercaya merupakan hasil adaptasi dari makanan Tiongkok, cao du (草肚, tsháu-tōo). Terdapat beberapa nuansa budaya atau pengaruh Tiongkok yang melekat di makanan soto. Contohnya penggunaan mi atau bihun dalam beberapa v...

Penerapan Pengolahan Pangan (Food Processing)

Pengolahan makanan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu pencucian, pemilahan, pemotongan, pemanasan, pendinginan dan pengawetan. Untuk memproses bahan pangan hingga mempunyai nilai tambah dan layak untuk dikonsumsi oleh konsumen tidak mungkin hanya memakai satu tahapan saja. Kombinasi dari beberapa tahapan pastilah digunakan sehingga hasil pangan sesuai dengan keinginan dan target. Beberapa contoh penerapan kombinasi pengolahan pangan ini dapat dilihat dari industri pembuatan tapioka dan industri pengolahan kopi. A. Industri Pembuatan Tapioka Perkebunan Singkong Sumber :  http://tabloidsahabatpetani.com Tapioka merupakan salah satu produk hasil pengolahan dari ubi kayu (singkong). Singkong yang baru dipanen haruslah sesegera mungkin diolah karena bila tidak, singkong bisa mengalami fermentasi menjadi tape. Singkong yang mengalami fermentasi ini kadar patinya akan menurun. Masa panen singkong adalah 12-14 bulan. Bila hasil panen bagus, setiap 1 hektar tanah dapa...

Food Processing

     Food processing atau pemrosesan/pengolahan makanan adalah suatu upaya yang dilakukan guna meningkatkan nilai yang ada pada makanan, baik dari segi rasa, kandungan gizi sampai umur atau ketahanan makanan. Cara-cara yang ada pada saat ini dan digunakan dalam pemrosesan makanan sebenarnya merupakan cara-cara lama dan sederhana yang dikembangkan guna mengatasi peningkatan kebutuhan dalam penyelesaiaan masalah yang ada.     Pada awal manusia masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah), manusia memenuhi kebutuhan makanannya dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Bahan makanan yang didapat biasanya langsung dimasak, baik dengan cara dibakar dengan api terbuka, bahkan ada yang langsung dimakan. Seiring bertambahnya waktu dan pengetahuan manusia yang semakin berkembang, masuklah manusia pada zaman bercocok tanam, berternak dan mulai hidup menetap. Disinilah persoalan baru mulai muncul, yaitu bagaimana mempertahankan hasil usaha yang berlebih agar bisa ...