Skip to main content

Pemisahan (Separation)

       Pemisahan merupakan salah satu tahapan dalam pengolahan makanaN (food processing). Tujuan dari pemisahan adalah untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan apa yang diinginkan dan guna meningkatkan mutu produk tersebut. Pemisahan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana maupun dengan menggunakan teknologi yang tersistem. Semua ini tergantung dengan banyaknya bahan yang ingin dipisahkan dan tingkat kesulitannya. Berdasarkan wujudnya, pemisahan dapat dilakukan dengan.
  • Pemisahan antar wujud yang sama
Pemisahan Padat dengan Padat
Pencucian beras untuk memisahkannya dari kotoran (pasir), dikenal dengan nama rimbang.

Pemisahan Cair dengan Cair
Pembuatan minyak kelapa 
Pertama, kelapa yang sudah diparut, diekstrak sehingga menghasilkan santan. Santan lalu dimasak, sampai semua airnya menguap sehingga menghasilkan minyak kelapa.  
  • Pemisahan antar wujud yang berbeda
Pemisahan Padat dengan Cair
Pada proses ekstraksi santan dari kelapa.

Mesin Penghasil Santan
Sumber : Pribadi
Video Penggunaan Mesin Penghasil Santan
Sumber : Pribadi
Pemanfaatan metode-metode pemisahan pada pembuatan produk pangan
  • Pembuatan Tapioka
Tapioka dibuat dari singkong. Gambaran umum proses pembuatan tapioka yaitu pertama, singkong diekstrak, lalu hasil ekstrak itu diuapkan sehingga didapatkan patinya.
Pembuatan tapioka sendiri dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu sebagai berikut.

Secara Tradisional

Proses:
Alat yang digunakan berupa selokan panjang, dengan panjang kurang lebih 1 meter. Selokan dipasang agak miring. Pada sepanjang selokan itu, dipasangkan sekat-sekat. Sambil ekstrak singkong dialirkan di dalam selokan, sebagian air akan mengalami proses penguapan oleh sinar matahari. Padatan-padatan ekstrak singkong ada yang menyangkut di sekat-sekat, ada juga yang mengalami pengendapan. Hasil yang menyangkut dan mengendap inilah yang diambil dan kemudian dijemur hingga kandungan airnya tidak ada lagi. Hasilnya adalah pati/tepung tapioka.

Kelebihan: Bagus untuk dijadikan bahan pembuatan kerupuk karena lebih mudah mekar.

Kekurangan: Peluang terjadinya kontaminasi tinggi karena proses yang lama dan panjang.

Secara Modern

Proses: 
1. Singkong yang sudah bersih digiling  bersama dengan air hingga halus sehingga menghasilkan pati dengan campuran ampas.
2. Pati dengan campuran ampas diperas lalu diputar-putar dengan alat sentrifugal untuk dipisahkan dari protein. Pemisahan dari protein ini untuk menghasilkan pati yang bebas dari protein. Ini dilakukan agar produk pati yang biasanya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kertas dan baju (tekstil) tidak mudah rusak.
3. Pati bebas protein diputar lagi untuk dipisahkan dari air, sehingga terbentuklah endapan kental.
4. Hasil dilewatkan ke pemanas sambil digiling hingga menghasilkan padatan pati yang kering.

Kelebihan : Peluang terjadinya kontaminasi lebih kecil.

Kekurangan : Metode rumit dan modal lebih besar.
  • Pembuatan Ekstrak Senyawa Aromatik (Ekstraksi Bunga)
Ekstrak bunga bercampur pelarut tertentu dipanaskan hingga hasil ekstraksi berupa senyawa aromatik menguap. Hasil berupa uap (gas) itu akan dilewatkan ke suatu pipa dengan pendingin sehingga dihasilkanlah senyawa aromatik dalam bentuk cair. Beda titik didih antara pelarut dengan senyawa organik harus besar.

Sumber : 
Materi Kelas Pengantar Teknologi Pangan
Universitas Surya
Dosen: Dr. Ir. Albert Kuhon

Special thanks:
Penjual santan kelapa lokasi Pasar Puri, Jakarta Barat. 

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Soto Betawi dari Segi Budaya - Pengaruh Berbagai Bangsa

Sumber: https://id.tastemade.com Makanan Indonesia, Soto Betawi ternyata mendapatkan pengaruh dari berbagai budaya luar Indonesia. Denys Lombard dalam bukunya yang berjudul Nusa Jawa: Silang Budaya bagian kedua berpendapat bahwa makanan soto merupakan salah satu makanan Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari bangsa Tiongkok . Beliau pun berpendapat bahwa wajar pengaruh bangsa Tiongkok itu banyak ditemukan di banyak makanan Indonesia, sebut saja siomay (adaptasi dari makanan Tiongkok Shumai), lumpia, dan sebagainya. Salah satu faktor pendukung hal tersebut adalah dikatakan pada zaman dulu mayoritas restoran di nusantara dikelola oleh orang Tiongkok, dan hanya sebagian kecil diisi oleh restoran Padang maupun warung sederhana terbuka di Jawa. Soto sendiri dipercaya merupakan hasil adaptasi dari makanan Tiongkok, cao du (草肚, tsháu-tōo). Terdapat beberapa nuansa budaya atau pengaruh Tiongkok yang melekat di makanan soto. Contohnya penggunaan mi atau bihun dalam beberapa v...

Penerapan Pengolahan Pangan (Food Processing)

Pengolahan makanan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu pencucian, pemilahan, pemotongan, pemanasan, pendinginan dan pengawetan. Untuk memproses bahan pangan hingga mempunyai nilai tambah dan layak untuk dikonsumsi oleh konsumen tidak mungkin hanya memakai satu tahapan saja. Kombinasi dari beberapa tahapan pastilah digunakan sehingga hasil pangan sesuai dengan keinginan dan target. Beberapa contoh penerapan kombinasi pengolahan pangan ini dapat dilihat dari industri pembuatan tapioka dan industri pengolahan kopi. A. Industri Pembuatan Tapioka Perkebunan Singkong Sumber :  http://tabloidsahabatpetani.com Tapioka merupakan salah satu produk hasil pengolahan dari ubi kayu (singkong). Singkong yang baru dipanen haruslah sesegera mungkin diolah karena bila tidak, singkong bisa mengalami fermentasi menjadi tape. Singkong yang mengalami fermentasi ini kadar patinya akan menurun. Masa panen singkong adalah 12-14 bulan. Bila hasil panen bagus, setiap 1 hektar tanah dapa...

Food Processing

     Food processing atau pemrosesan/pengolahan makanan adalah suatu upaya yang dilakukan guna meningkatkan nilai yang ada pada makanan, baik dari segi rasa, kandungan gizi sampai umur atau ketahanan makanan. Cara-cara yang ada pada saat ini dan digunakan dalam pemrosesan makanan sebenarnya merupakan cara-cara lama dan sederhana yang dikembangkan guna mengatasi peningkatan kebutuhan dalam penyelesaiaan masalah yang ada.     Pada awal manusia masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah), manusia memenuhi kebutuhan makanannya dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan. Bahan makanan yang didapat biasanya langsung dimasak, baik dengan cara dibakar dengan api terbuka, bahkan ada yang langsung dimakan. Seiring bertambahnya waktu dan pengetahuan manusia yang semakin berkembang, masuklah manusia pada zaman bercocok tanam, berternak dan mulai hidup menetap. Disinilah persoalan baru mulai muncul, yaitu bagaimana mempertahankan hasil usaha yang berlebih agar bisa ...