Skip to main content

Fermentasi dalam Pembuatan Wine

Fermentasi adalah salah satu cara pemrosesan bahan pangan dengan memanfaatkan mikroorganisme (bakteri atau jamur) atau enzim yang dihasilkan oeh mikroorganisme. Contoh penerapan dari fermentasi yang memanfaatkan mikroorganisme, yaitu pada pembuatan wine.

Wine

Wine bisa dibuat dari beberapa bahan dasar, terutama buah-buahan , seperti anggur, berry-berry-an bahkan pisang.
Red wine and White wine
Wine dengan bahan dasar anggur terdiri dari 2 jenis, wine merah (red wine) dan wine putih (white wine). 
Red wine
 terbuat dari anggur merah, sedangkan white wine
 terbuat dari anggur putih.
Sumber : 
http://www.millfieldwines.com/red-or-white-making-the-right-decision/
Cara pembuatan wine dari anggur
Pembuatan wine dengan bahan dasar anggur memanfaatkan yeast atau ragi Saccharomyces cerevisiae. Berikut adalah tahapan dalam pembuatan wine.
1. Anggur dihancurkan hingga terbentuk jus.

2. Menambahkan gula dan yeast ke dalam jus.
Yeast atau ragi ini dimasukkan sebagai starter. Starter adalah bahan yang berisi mikroorganisme yang dipakai dalam fermentasi yang dicampurkan ke dalam bahan dasar fermentasi. Fungsi dari starter ini adalah untuk membantu mikroorganisme menyesuaikan diri dengan kondisi bahan. Jadi, bila ingin membuat wine dari anggur, maka larutan starter yang digunakan juga berbahan anggur.

3. Biarkan ragi bereaksi di dalam jus anggur.
Gula yang ada dalam bahan akan diubah oleh Saccharomyces cerevisiae menjadi alkohol dan gas karbon dioksida. Tetapi, alkohol yang bisa dihasilkan hanya sampai kadar 8-12%. Kenapa demikian?
Karena, pada suatu kondisi, ragi akan berada pada kondisi stak (stasioner) hingga mati. Hal ini bisa dijelaskan dalam bentuk grafik S, yaitu sebagai berikut.
Sumber : http://www.kmitl.ac.th/agritech/nutthakorn/04090035_2202/multiweb/environ/images/p_11.gif
Tahapan tahapan pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme.
a. Lag phase
Lag phase adalah tahapan kondisi awal dimana mikroorganisme menyiapkan dan menyesuaikan diri dengan kondisi media tumbuh.
b. Exponential or log phase 
 Pada tahapan ini, mikroorganisme berkembang secara drastis. Perkembangan mikroorganisme bisa terjadi secara drastis karena saetiap mikroorganisme akan membelah diri menjadi dua atau bisa dirumuskan sebagai fungsi eksponensial 2n
c. Stasionary phase
Pada tahapan ini, jumlah mikroorganisme dalah keadaan statis atau tetap. Pada tahapn ini sebenarnya pertumbuhan masih terjadi, tetapi jumlah sel yang baru mengimbangi jumalah sel yang mati mengakibatkan jumlah mikroorganisme dalam stasionary phase adalah tetap.
d. Death phase
Pada tahapan ini, jumlah mikroorganisme lebih banyak daripada yang berkembang sehingga lama kelamaan semua mikroorganisme akan mati.

Lalu, bagaimana jika kita ingin membuat wine dengan kadar alkohol diatas 12%? Cara yang biasa dipakai dinamakan fortified. Pada teknik fortified, alkohol (wine) yang sudah dihasilkan dibagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama didestilasi hingga menghasilkan alkohol murni. Alkohol murni yang sudah dihasilkan, dicampurkan pada bagian alkohol yang satunya lagi sehingga kadar alkohol campuran menjadi naik. Proses ini dilakukan berulang-ulang hingga menghasilkan wine dengan kadar alkohol yang dinginkan.

4. Wine yang sudah dihasilkan lalu diaging atau disimpan hingga menjadi koloid sehingga bisa dipisahkan dari zat sisa bakteri untuk selanjutnya disentribusi  untuk memisahkan wine dari endapan-endapan lain.

Sumber:
https://books.google.co.id/books?id=zlN5mR8Pc6wC&pg=PA43&dq=microorganism+growth+curve&hl=en&sa=X&ved=0CBoQ6AEwAGoVChMIp6CAq7OUyAIVSB2OCh1vSQvU#v=onepage&q=microorganism%20growth%20curve&f=false

Comments

Popular posts from this blog

Penerapan Pengolahan Pangan (Food Processing)

Pengolahan makanan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu pencucian, pemilahan, pemotongan, pemanasan, pendinginan dan pengawetan. Untuk memproses bahan pangan hingga mempunyai nilai tambah dan layak untuk dikonsumsi oleh konsumen tidak mungkin hanya memakai satu tahapan saja. Kombinasi dari beberapa tahapan pastilah digunakan sehingga hasil pangan sesuai dengan keinginan dan target. Beberapa contoh penerapan kombinasi pengolahan pangan ini dapat dilihat dari industri pembuatan tapioka dan industri pengolahan kopi. A. Industri Pembuatan Tapioka Perkebunan Singkong Sumber :  http://tabloidsahabatpetani.com Tapioka merupakan salah satu produk hasil pengolahan dari ubi kayu (singkong). Singkong yang baru dipanen haruslah sesegera mungkin diolah karena bila tidak, singkong bisa mengalami fermentasi menjadi tape. Singkong yang mengalami fermentasi ini kadar patinya akan menurun. Masa panen singkong adalah 12-14 bulan. Bila hasil panen bagus, setiap 1 hektar tanah dapa...

Introduction

Salam untuk para pengunjung dan pembaca Natalya Kantana's Blog. Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya terlebih dahulu. Saya adalah mahasiswa baru di universitas yang masih baru juga yang ada di Serpong yaitu Universitas Surya. Saya berkuliah di jurusan Nutrition and Food Technology atau orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan foodtech atau dalam Bahasa Indonesia disebut Teknologi Pangan. Di blog ini, rencananya, saya akan berbagi sedikit informasi seputar jurusan Teknologi Pangan. Secara sekilas, Jurusan Teknologi Pangan adalah salah satu jurusan yang ada dalam fakultas ilmu hayati. Jurusan Teknologi Pangan mempelajari bagaimana pemanfaatan teknologi dalam pengembangan dan pemrosesan makanan. Teknologi pangan mempelajari segala tentang makanan, mulai dari mengidentifikasi bahan pangan sehingga bisa diketahui sifat-sifat bahan pangan tersebut, baik nilai nutrisi sampai kandungan kimia yang ada dalam bahan pangan tersebut. Selain itu, jurusan teknologi ...